Selasa, 23 Juni 2015

Kereta Progo pukul 16:35

"Sudah selesai semuanya nduk? bajumu sudah dimasukkan kedalam tas?" ibu bertanya sambil memasukkan beberapa keripik ke dalam tas.

"sudah semua bu" kataku.

"mba, itu chargernya mau dibawa nggak?" kata adikku.

"oia, tolong ambilkan chargerku de di atas rak buku" pintaku.

Setelah semuanya selesai, tidak ada lagi yg tertinggal, ku taruh tas dan kardus itu diteras depan.

"sudah salam sama mbah dan lilikmu nduk? " tanya ibu.

" belum bu, sebentar, saya pakai sepatu dulu. "kataku

Setelah memakai sepatu, ku berjalan ke rumah mbah kakung. bersalaman dengan beliau dan meminta doa agar diberi keselamatan sampai tujuan.

ku berjalan lagi ke tempat lilik, yang jarak nya tidak jauh dari tempat mbah kakung.

Selesai berpamitan, ku berjalan balik ke rumah, bersalaman dengan adik adikku dan bersalaman dengan ibu.

Kurasakan dada yang kian sesak saat meninggalkan halaman rumah. Rasa kangen akan keluarga yang masih ada, membuat aku enggan untuk meninggalkan rumah. namun, tuntutan pekerjaan membuat hati ini harus terbiasa dengan ego.

sampai juga akhirnya distasiun. kulihat rel panjang yang akan mengantarkanku ke ibu kota.
jarum jam menunjukkan pukul 15.45
akhirnya aku harus menunggu.
ku tunggu kereta progo hingga pukul 16:35

Senin, 22 Juni 2015

Keluarga, Segalanya

kulihat wajah cantik itu sedang menerawang gelapnya malam.
wajahnya mulai keriput, rambutnya sedikit beruban, parasnya cantik dengan cahaya mata yang terus berkobar.
ia berkata "keluarga yang nomor satu, tidak ada yang bisa memecah belah keluarga kita. namun jika suatu saat keluarga kita berada dalam keretakan, memang perbedaan telah menghancurkan semuanya.
perbedaan dalam pemikiran tidak dapat disatukan jika Salah satu tidak mau ada yang  mengalah.
saling mendahulukan ego masing-masing, tidak menghargai pendapat orang lain dan mau menang sendiri merupakan pemikiran orang2 yang tidak pantas menjadi pemimpin.
keretakan dalam keluarga tidak akan pernah terjadi jika saling menghargai dan menghormati.
apapun yang terjadi, pertahankan keluargamu nak, cintai suamimu kelak dengan segala kekurangan dan kelebihannya. jadilah istri yang tegar, sabar dan memiliki kasih sayang yang tiada hingga untuk suamimu dan anak anakmu."
ia menghela nafas dan aku hanya bisa melihat kilauan cahaya dari matanya.
mata yang cahayanya kian membara ketika berkata "Keluargamu adalah Segalanya"

Minggu, 21 Juni 2015

Tekad

Ego memang sangat diperlukan ketika banyak orang yg KEPO.
pusing kepala saya ketika menjawab pertanyaan dari orang2 yang hanya ingin mencela.
terlalu mencampuri urusan orang orang lain, mencela dan menghina orang lain tanpa melihat keadaan dirinya sendiri.

you punya jantung tapi nggak punya hati.
you orang atau pohon pisang ???

Masuk Telinga kanan, Keluar Telinga kiri
memang itu kata yang tepat ketika orang2 KEPO mencoba masuk memberi kata2 yang hanya bisa meremehkan dan mencelaku.

tidak ada yang bisa memghentikan aku ketika aku sudah bertekad.
termasuk anda,
silahkan bilang apapun tentang saya jika itu memang bisa membuat anda puas.
tapi satu yang pasti, perkataan anda tidak akan pernah ada artinya bagi saya.

hari ini, tekad saya sudah bulat untuk pulang ke kampung halaman saya.
rasa kangen mama, kangen adik2 dan kangen kakung (kakek) tidak bisa lagi dicegah. saya ingin bertemu mereka. tiket kereta sudah ditangan, esok hari libur kerja, kuliah juga libur, nah...  keputusan ku semakin bulat untuk pulang ke kampung halaman.

dan orang-orang mulai berkomentar :
-untuk apa pulang kampung jika beberapa minggu lagi lebaran tiba.
-pulang cuma 4 hari dikampung, percuma.
-pulang kampung lagi?? banyak duit pasti.
dan bla bla bla

silahkan bilang sesuka anda, tapi tidak kan ada artinya buat saya. keputusan ini sudah bulat. tidak ada yg bisa mencegahnya. aku besok akan pulang kampung (titik).

Jumat, 19 Juni 2015

Amalul Arifin.. 
nama yang bagus. indah sekali bukan??? bagus pula rupamu dan sikapmu.

Tidak pernah aku temukan seseorang yg begitu peduli padaku.
aku menyukaimu, iya..
namun aku tidak bisa membalas semua kebaikan yang sudah kamu lakukan.

maafkan aku jika aku selalu membuatmu kesal.
aku memang egois dan ingin selalu menang sendiri.
maafkan aku yang tidak bisa mengerti kamu sebagaimana orang terdahulu mengerti n mencintaimu. aku tidak bisa sebaik mereka..

maafkan aku karena selalu membuatmu kesal.
ya, aku akui. ini aq dengan segala kelebihan dan kekuranganku.

RENO

"Reno"  maafkan aku yang telah membuatku terluka.
Tidak tega aku melihatmu. Kau telah aku anggap lebih dari teman.
Tapi apalah dayaku saat ku lihat tubuhmu yang terluka itu.

"Reno" maafkan aku yang telah menyakitimu. Ingin aku memperbaiki lagi semua keadaan ini. Tapi apalah dayaku. Nasi sudah menjadi bubur.

Dan ini semua berawal dari kamu..
Jika saja kamu tidak membuatku jengkel
Jika saja kamu tidak membuatku marah
Jika saja kamu bisa mengerti aku
Aku nggak akan berbuat seperti ini kepadamu

Yasudahlah.. (seperti lagunya bondan dkk)
maafkan aku karena telah membantingmu "Reno".

"Reno"= Redmi Note (Xiaomi Redmi-note)

Rabu, 17 Juni 2015

Ingin Jadi apa Kelak, Nak??

siang itu aku berada dihalte busway. Sambil menunggu busway datang, ku perhatikan seorang ibu yg sedang memberikan roti kepada anak laki-lakiya. disebelahnya terlihat ayahnya hanya duduk diam. ibu itu berkata "sekolah yang bener, kalo besar kelak harus jadi org berpangkat. punya mobil sendiri. jangan kayak bapakmu yang cuma jadi kuli"

pandanganku beralih ke wajah sang ayah.  kulihat cahaya matanya redup. dia hanya diam, tidak menjawab apa pun. tatapan matanya kosong.

jika kelak aku punya anak laki-laki , yang akan aku katakan padanya adalah "jadi apapun kelak kamu nak, bunda harap kamu bisa menjadi orang yang berguna untuk orang-orang disekelilingmu, berguna untuk keluarga, agama, dan negara pastinya. jadilah seorang lelaki seperti ayahmu, yang bertanggung jawab, jujur, setia serta menyayangi bunda dan saudara2mu."

Aku tidak pernah memaksakan anakku kelak untuk menjadi profesi seperti yang aku mau. biar mereka yang menentukan sendiri pilihannya.
Tugasku hanya mendidik mereka dengan kasih sayang. Akan aku berikan contoh pekerjaan yang ada didunia ini. biar mereka yang menentukannya..

"Namanya juga Manusia"

"karena nila setitik, rusak susu segelas"
mungkin itu peribahasa yg tepat untukku saat ini.
saat kesalahan kecilku dia ungkit dan semua kebaikan yg kulakukan diabaikan.

Teman, andai kamu tau jika aku tidak ingin ada masalah diantara kita. kesalahan kecil ini adalah Lumrahnya manusia yang bisa melakukannya kesalahan.

Teman, hanya karena satu kesalahan kemudian kamu berbalik arah dan mengejekku dan meninggalkanku.
kini aku sadar, mana yg teman dan mana yang lawan.

Kecewa, itu kata yg tepat untuk rasa yg aku rasakan saat ini.
menjauhi mu, mungkin itu akan aku lakukan. karena aku tahu sekarang siapa yg benar benar ingin berteman denganku.
Namanya juga manusia, pasti pernah melakukan salah. tapi sikapmu seakan tidak ingin melihatku lagi.
baiklah..  aku pun akan lakukan hal yang sama.

Namanya juga manusia, jika dikecewakan maka akan membalas semua kekecewaan itu.

Diam, tidak menyapa jika bertemu, dan seakan tidak mengenali lagi.
ya sudahlah...  sakarepmu..

Selasa, 16 Juni 2015

Do it Now

i was remember what did my mom said
"When you want to do something, Do It Now. Because something you do LATER, became NEVER. "

ya, untuk keseluruhan, semua yang dikatakan oleh mama adalah benar (kata saya)
ya, mama memang selalu benar (kata ayah)
ya, dan memang ada 2 peraturan didalam rumah.
yang pertama : mama selalu benar
yang ke dua : jika mama salah, kembali ke peraturan pertama
(kata kami)

kejadian itu terulang lagi, saat dimana saya harus dimarahi dosen karena lupa tidak mengerjakan tugas.
dan memang itu semua karena saya selalu menunda untuk mengerjakannya.

mama...
andai mama masih disini, pasti aku tidak akan dimarahi karena lupa mengerjakan tugas.

ya, banyak orang bilang jika aku adalah anak mami.
(ya iyalah, memang anaknya siapa lagi kalo bukan anak mami)

"Do it Now"
hanya ada kata-kata itu dalam benakku sekarang ketika dihadapkan oleh banyak tugas. tugas kantor, tugas kampus dan tugas sebagai anak kost..

"MENUNGGU" Satu Kata Berjuta Aksi

satu kata yang dapat membuat jutaan aksi adalah "MENUNGGU"

Dimulai dari awal hari kita bangun tidur, mengucapkan alhamdulillah, bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menikmati keindahan-Nya. "MENUNGGU" terbitnya matahari sambil berdzikir, menggemakan Asma-Nya

beralih kemudian saat tiba saatnya mandi pagi, sambil MENUNGGU antrian mandi, kedua tangan dengan lincahnya menyapu lantai.

dilanjutkan saatnya sarapan, sembari MENUNGGU makanan datang, tiba2 aq teringat 2 thn yg lalu saat masih bersama ibu dan adik2ku dikampung halaman yg sangat ku rindukan.
teringat saat kulihat ibu yang selalu menyiapkan sayur sop kesukaanku dipagi hari sebelum akhirnya aq lulus SMA dan bekerja dikota besar ini. ku rasakan dada yg sesak karena merindukan ibuku tidak pernah lelah memberikan kasih sayang kepada anak anaknya...

setelah sarapan, kulanjutkan berjalan kaki ke halte busway. dari pada MENUNGGU mobil angkutan umum, sepertinya jalan kaki itu lebih baik. selain menyehatkan, juga menghemat biaya transport.

akhirnya sampai juga di halte busway, sambil MENUNGGU busway, ku lihat orang2 disekitarku. mereka melakukan kegiatan yang berbeda.

ada yang mengobrol dengan temannya,
ada yg sibuk dengan handphonenya,
ada yg sibuk membaca bukunya,
ada yang mendengarkan musik,
ada yg sedang sarapan pagi,
dan ada pula yang sibuk memperhatikan orang lain.

yahh...  ternyata oh ternyata
MENUNGGU adalah satu kata yang menimbulkan banyak aksi

Selasa, 06 Januari 2015

entah apa yang aku rasakan saat ini ketika hati sudah cukup untuk terus bersabar dan kepala ini sudah cukup merasakan pusing yang setiap saat mendera seperti rasa ketika kepala ini membentur ke tembok secara tidak sengaja..

aku, mungkin hanya bayangan yang setiap kali lewat tidak pernah dianggap ada
aku,mungkin tidak berarti seperti kertas lusuh yang digenggam
aku,hanyalah sebutir asa yang kini tidak tau harus berupaya

aku,
hanya bisa mengungkapkan kata yang entah bisa dimengerti atau tidak ketika hati sudah tidak lagi dapat berpijak dan mata ini berada dalam genggaman jam sepuluh malam..
aku, siapakah yang tidak kenal...?? sebutir debu bagai kapas yang terombang ambing oleh angin
menata hati dalam untaian kata IKHLAS saat semua sudah tidak dapat lagi seperti yang diharapkan

entahlahh.. apa pun yang kamu katakan hanya bagai angin lewat yang menabrak telinga seekor kutu dalam cangkang siput..
entahlahh... apapun yang aku lakukan seakan daun talas yang berada diatas air..
dan ketika aroma itu kembali tercium, aku hanya bisa memejamkan mata dan berharap mimpi ini segera usai..